Category: English Version

  • Dukung SPPG, Polda Metro Jaya Kembangkan Ekosistem Tambak di Muara Gembong

    Dukung SPPG, Polda Metro Jaya Kembangkan Ekosistem Tambak di Muara Gembong

    JAKARTA — Polri terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program pemerintah melalui penguatan ekosistem rantai pasok bahan pangan dari produksi lokal hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    Bapak Kapolri terus mendorong jajaran untuk mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut, termasuk dengan mengoptimalkan potensi pangan di masing-masing wilayah. Implementasinya tidak hanya dilakukan melalui pembangunan dan operasionalisasi SPPG, tetapi juga dengan memperkuat produksi pangan, distribusi, kualitas bahan pangan, serta keterlibatan masyarakat.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, apa yang dilakukan Polda Metro Jaya di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi salah satu contoh implementasi arahan tersebut.

    “MBG merupakan program pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh komponen. Kapolri memerintahkan jajaran untuk mendukung pelaksanaannya sesuai tugas dan potensi wilayah masing-masing. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok, sehingga produksi pangan masyarakat dapat terhubung dengan kebutuhan SPPG,” ujar Trunoyudo, Senin (28/9/2026).

    Berdasarkan data Satgas MBG Polri per 28 September 2026, terdapat 1.502 SPPG Polri dalam berbagai tahapan pengembangan. Sebanyak 841 SPPG telah operasional, 390 dalam persiapan operasional, dan 271 masih dalam tahap pembangunan.

    Jaringan tersebut diproyeksikan melayani sekitar 2.102.500 penerima manfaat dan menyerap sekitar 42.050 tenaga kerja.

    Menurut Trunoyudo, besarnya jaringan SPPG tersebut perlu diikuti dengan penguatan rantai pasok agar ketersediaan bahan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.

    “Kapolri mengarahkan agar dukungan Polri tidak berhenti pada pembangunan SPPG. Jajaran juga didorong melihat potensi produksi di wilayahnya masing-masing dan membangun hubungan antara produsen pangan dengan kebutuhan SPPG,” jelasnya.

    Salah satu implementasi dilakukan Polda Metro Jaya melalui pengembangan kawasan pangan di Muara Gembong.

    Kawasan yang sebelumnya memiliki sekitar 60 kolam berkembang menjadi 128 kolam. Dalam panen raya pada Senin (28/9/2026), dihasilkan sekitar 10 ton ikan dan udang serta 4.000 butir telur ayam.

    Hasil perikanan terdiri atas 5.000 kilogram ikan nila dan mujair, 3.000 kilogram lele, 1.000 kilogram udang vaname, dan 1.000 kilogram udang pancet.

    Sebanyak 5.171 kilogram ikan telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan 12 SPPG Polda Metro Jaya yang melayani sekitar 30.997 penerima manfaat.

    Distribusi menggunakan kendaraan yang dilengkapi box es untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan.

    Trunoyudo mengatakan, pola tersebut dapat menjadi contoh bagi Polda jajaran.

    “Yang direplikasi bukan semata-mata bentuk kegiatannya, tetapi konsepnya. Polda jajaran dapat memetakan potensi pangan masing-masing, membangun produksi bersama masyarakat, menjaga kualitas, menyiapkan distribusi, kemudian menghubungkannya dengan SPPG,” katanya.

    Menurutnya, wilayah pertanian dapat mengembangkan beras, jagung, sayur dan buah. Wilayah peternakan dapat memperkuat telur, ayam dan sumber protein lainnya, sedangkan wilayah pesisir dapat mengembangkan ikan dan udang.

    Penguatan rantai pasok tersebut juga didukung melalui rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) dengan kompetensi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, gizi dan bidang terkait lainnya.

    “Bakomsus menjadi bagian dari penguatan SDM untuk mendukung program pemerintah. Personel dengan kompetensi pertanian, perikanan, peternakan dan gizi dapat membantu memperkuat sisi teknis produksi, pendampingan, kualitas hingga keberlanjutan rantai pasok,” ujar Trunoyudo.

    Ia menegaskan, model tersebut diharapkan membuat MBG memberikan manfaat yang lebih luas.

    “Dengan rantai pasok yang kuat, produksi masyarakat memiliki jalur penyerapan, SPPG memperoleh pasokan yang berkelanjutan, dan masyarakat ikut memperoleh manfaat ekonomi. Ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah melalui pendekatan berbasis potensi daerah,” pungkasnya.

  • Tasyakuran Bersama The Jakmania, Kapolda Metro Ajak Rawat Kebersamaan, Jaga Jakarta

    Tasyakuran Bersama The Jakmania, Kapolda Metro Ajak Rawat Kebersamaan, Jaga Jakarta

    Polda Metro Jaya menggelar tasyakuran bersama keluarga besar The Jakmania di Jakarta, Selasa (22/9/2026). Pertemuan ini menjadi momentum mempererat hubungan kepolisian dan komunitas suporter sekaligus merawat kebersamaan dalam menjaga ibu kota tetap aman dan kondusif.

    Kegiatan dihadiri Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri, Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, pejabat utama, serta para Kapolres jajaran. Dari The Jakmania hadir Ketua Umum Aditya, Ketua Harian Bayu, jajaran pengurus, serta perwakilan enam Koordinator Daerah dan 66 Koordinator Wilayah dari Jakarta dan sekitarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Komjen Asep menyampaikan terima kasih atas kehadiran keluarga besar The Jakmaniasekaligus mengapresiasi komitmen suporter selama rangkaian laga Persija melawan Persib.

    Ia juga menyampaikan selamat atas kemenangan Persija serta keberhasilan mempertahankan catatan positif saat bermain di kandang.

    “Terima kasih atas kerja sama rekan-rekan The Jakmania, sejak tahap perizinan, persiapan, pelaksanaan hingga pertandingan berakhir. Semua dapat berlangsung aman, kondusif, dan lancar. Ini menjadi modal yang baik untuk kita jaga bersama,” ujar Komjen Asep.

    Menurutnya, pengalaman tersebut tidak cukup berhenti pada satu laga. Hubungan yang sudah terjalin perlu diteruskan hingga tingkat kewilayahan agar kepolisian dan komunitas suporter semakin dekat dalam membangun suasana yang tertib.

    “Saya berharap The Jakmania dapat menjadi mitra utama Polres. Polres dan Korwil di wilayah masing-masing harus terus membangun kedekatan, sehingga setiap hal dapat dikomunikasikan dengan baik sejak awal,” kata Komjen Asep.

    Peran para Koordinator Wilayah turut menjadi perhatian. Kapolda meminta mereka benar-benar mengenal dan merangkul anggotanya. Sebab, The Jakmania terdiri atas beragam usia, profesi, latar belakang, dan karakter, namun dipersatukan oleh kecintaan yang sama kepada Persija dan Jakarta.

    “Keberagaman itu harus menjadi kekuatan. Saling jaga, saling ingatkan, dan jangan biarkan ada rekan kita yang salah melangkah hingga merugikan dirinya sendiri, keluarga, maupun nama besar The Jakmania,” ujarnya.

    Komjen Asep menegaskan, keamanan ibu kota bukan semata-mata tugas kepolisian. Komunitas, kelompok suporter, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman sekaligus menjaga energi positif yang sudah tumbuh.

    “Menjaga Jakarta adalah tanggung jawab kita semua. Mari rawat kebersamaan ini dan tunjukkan bahwa kecintaan kepada Persija dapat diwujudkan dengan sportivitas, ketertiban, serta semangat untuk bersama-sama menjaga Jakarta,” kata Komjen Asep.

    Ia berharap semangat tersebut hadir dalam setiap laga Persija. Dukungan kepada klub, menurutnya, akan semakin bermakna ketika disertai kedewasaan, kepedulian terhadap sesama, dan sikap yang tidak merugikan komunitas.

    Ketua Umum The Jakmania Aditya menyambut positif hubungan yang terjalin dengan Polda Metro Jaya. Menurutnya, ruang kolaborasi dapat diperluas, tidak hanya berkaitan dengan sepak bola, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan program positif bagi masyarakat.

    “Ke depan kita akan terus berjalan bersama dan membanggakan warga Jakarta. Kolaborasi tidak hanya dalam pertandingan, tetapi juga melalui kegiatan positif yang semakin merekatkan hubungan Polda Metro Jaya dan The Jakmania,” ujar Aditya.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kemitraan dengan komunitas suporter menjadi salah satu kekuatan dalam membangun keamanan dari lingkungan masyarakat sendiri. Menurut Kombes Budi, kedekatan hingga tingkat kewilayahan diharapkan membuka ruang komunikasi lebih dini sehingga berbagai persoalan dapat dicegah dan diselesaikan dengan semangat kebersamaan.

    Tasyakuran tersebut menegaskan bahwa hubungan Polda Metro Jaya dan The Jakmania tidak berhenti pada satu pertandingan.

    Sportivitas, kepedulian, dan budaya saling menjaga diharapkan terus tumbuh menjadi energi bersama dalam Jaga Jakarta.

    pakar seo polri , pakar seo , pakar seo indonesia , pakar seo terbaik

    Mohammad Khoirul Amin, Khoirul Amin , Amin

     

  • Tasyakuran Bersama The Jakmania, Kapolda Metro : Rawat Kebersamaan, Jaga Jakarta

    Tasyakuran Bersama The Jakmania, Kapolda Metro : Rawat Kebersamaan, Jaga Jakarta

    Polda Metro Jaya menggelar tasyakuran bersama keluarga besar The Jakmania di Jakarta, Selasa (22/9/2026). Pertemuan ini menjadi momentum mempererat hubungan kepolisian dan komunitas suporter sekaligus merawat kebersamaan dalam menjaga ibu kota tetap aman dan kondusif.

    Kegiatan dihadiri Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri, Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, pejabat utama, serta para Kapolres jajaran. Dari The Jakmania hadir Ketua Umum Aditya, Ketua Harian Bayu, jajaran pengurus, serta perwakilan enam Koordinator Daerah dan 66 Koordinator Wilayah dari Jakarta dan sekitarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Komjen Asep menyampaikan terima kasih atas kehadiran keluarga besar The Jakmania sekaligus mengapresiasi komitmen suporter selama rangkaian laga Persija melawan Persib.

    Ia juga menyampaikan selamat atas kemenangan Persija serta keberhasilan mempertahankan catatan positif saat bermain di kandang.

    “Terima kasih atas kerja sama rekan-rekan The Jakmania, sejak tahap perizinan, persiapan, pelaksanaan hingga pertandingan berakhir. Semua dapat berlangsung aman, kondusif, dan lancar. Ini menjadi modal yang baik untuk kita jaga bersama,” ujar Komjen Asep.

    Menurutnya, pengalaman tersebut tidak cukup berhenti pada satu laga. Hubungan yang sudah terjalin perlu diteruskan hingga tingkat kewilayahan agar kepolisian dan komunitas suporter semakin dekat dalam membangun suasana yang tertib.

    “Saya berharap The Jakmania dapat menjadi mitra utama Polres. Polres dan Korwil di wilayah masing-masing harus terus membangun kedekatan, sehingga setiap hal dapat dikomunikasikan dengan baik sejak awal,” kata Komjen Asep.

    Peran para Koordinator Wilayah turut menjadi perhatian. Kapolda meminta mereka benar-benar mengenal dan merangkul anggotanya. Sebab, The Jakmania terdiri atas beragam usia, profesi, latar belakang, dan karakter, namun dipersatukan oleh kecintaan yang sama kepada Persija dan Jakarta.

    “Keberagaman itu harus menjadi kekuatan. Saling jaga, saling ingatkan, dan jangan biarkan ada rekan kita yang salah melangkah hingga merugikan dirinya sendiri, keluarga, maupun nama besar The Jakmania,” ujarnya.

    Komjen Asep menegaskan, keamanan ibu kota bukan semata-mata tugas kepolisian. Komunitas, kelompok suporter, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman sekaligus menjaga energi positif yang sudah tumbuh.

    “Menjaga Jakarta adalah tanggung jawab kita semua. Mari rawat kebersamaan ini dan tunjukkan bahwa kecintaan kepada Persija dapat diwujudkan dengan sportivitas, ketertiban, serta semangat untuk bersama-sama menjaga Jakarta,” kata Komjen Asep.

    Ia berharap semangat tersebut hadir dalam setiap laga Persija. Dukungan kepada klub, menurutnya, akan semakin bermakna ketika disertai kedewasaan, kepedulian terhadap sesama, dan sikap yang tidak merugikan komunitas.

    Ketua Umum The Jakmania Aditya menyambut positif hubungan yang terjalin dengan Polda Metro Jaya. Menurutnya, ruang kolaborasi dapat diperluas, tidak hanya berkaitan dengan sepak bola, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan program positif bagi masyarakat.

    “Ke depan kita akan terus berjalan bersama dan membanggakan warga Jakarta. Kolaborasi tidak hanya dalam pertandingan, tetapi juga melalui kegiatan positif yang semakin merekatkan hubungan Polda Metro Jaya dan The Jakmania,” ujar Aditya.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kemitraan dengan komunitas suporter menjadi salah satu kekuatan dalam membangun keamanan dari lingkungan masyarakat sendiri. Menurut Kombes Budi, kedekatan hingga tingkat kewilayahan diharapkan membuka ruang komunikasi lebih dini sehingga berbagai persoalan dapat dicegah dan diselesaikan dengan semangat kebersamaan.

    Tasyakuran tersebut menegaskan bahwa hubungan Polda Metro Jaya dan The Jakmania tidak berhenti pada satu pertandingan.

    Sportivitas, kepedulian, dan budaya saling menjaga diharapkan terus tumbuh menjadi energi bersama dalam Jaga Jakarta.

    pakar seo polri , pakar seo , pakar seo indonesia , pakar seo terbaik

    Mohammad Khoirul Amin, Khoirul Amin , Amin

     

  • Kapolda Dan Wakapolda Metro Jaya Hadiri Kompolnas Awards 2026

    Kapolda Dan Wakapolda Metro Jaya Hadiri Kompolnas Awards 2026

    Bisnis. Sumber ilustrasi: Unsplash
    sumber: dokumentasi istimewa

    Kapolda Metro Jaya bersama Wakapolda Metro Jaya menghadiri Penganugerahan Kompolnas Awards 2026 yang berlangsung di Sari Pacific Hotel Jakarta, Kamis (17/9/2026).

    Kompolnas Awards menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kinerja, inovasi, integritas, dan kontribusi personel maupun satuan kerja di lingkungan Polri. Pada tahun ini, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah satuan kerja dan personel dari berbagai wilayah.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang secara konsisten menyelenggarakan Kompolnas Awards. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana evaluasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas.

    Kapolri juga berharap penghargaan yang diberikan tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi semata. Berbagai capaian dan inovasi yang telah dilakukan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya untuk terus mengembangkan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

    Kompolnas Awards 2026 juga memiliki proses penilaian yang dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur. Penilaian tersebut mencakup kinerja, inovasi, praktik baik, kepemimpinan, serta dampak pelayanan kepada masyarakat.

    Kehadiran Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap semangat peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan berbagai inovasi di lingkungan kepolisian.

    Melalui kegiatan seperti Kompolnas Awards, setiap satuan kerja dan personel diharapkan dapat terus belajar dari berbagai praktik baik yang telah dilakukan. Hal tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat.

  • Polda Metro Jaya Perkuat Pengamanan Jelang Pilkades Serentak di 154 Desa Bekasi

    Polda Metro Jaya Perkuat Pengamanan Jelang Pilkades Serentak di 154 Desa Bekasi

     19 September 2026 – 14:15 WIB

    Jakarta. Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang digelar di 154 desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu, 20 September 2026.

    Pengamanan disiapkan melalui jajaran Polres Metro Bekasi bersama unsur terkait. Pola pengamanan akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan di masing-masing wilayah guna menjaga seluruh tahapan Pilkades tetap aman dan tertib.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pengamanan itu dilakukan melalui jajaran Polres Metro Bekasi bersama unsur terkait, dengan skema pengamanan yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerawanan masing-masing wilayah.

    “Kami mengajak seluruh pihak menunjukkan sikap siap menang dan siap kalah, serta tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai pemicu perselisihan,” kata Budi di Jakarta, Jumat (18/09/2026).

    Budi juga mengimbau para calon, pendukung, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan serta tidak melakukan provokasi, intimidasi, maupun ancaman yang dapat mengganggu jalannya Pilkades.

    “Apabila terjadi keberatan atau sengketa selama proses Pilkades, penyelesaiannya ditempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku,” ujar Budi.
    Selain mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban, kepolisian turut mewaspadai praktik perjudian atau botoh yang berpotensi muncul dalam kontestasi pemilihan kepala desa.

    Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi disiagakan untuk melakukan penindakan apabila ditemukan adanya indikasi tindak pidana perjudian.

    Budi menegaskan personel yang diterjunkan di lapangan diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan profesional selama pelaksanaan pengamanan.

    “Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman dan tertib,” tutur Budi.

  • Polda Sumsel Edukasi Cegah Karhutla Lewat Subuh Keliling di Wilayah Muara Enim

    Polda Sumsel Edukasi Cegah Karhutla Lewat Subuh Keliling di Muara Enim

    Tribratanews.polri.go.id –MUARA ENIM — Polda Sumatera Selatan melalui Polres Muara Enim terus mengedepankan langkah preemtif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satunya dilakukan melalui program SULING (Subuh Keliling) Polsek Lawang Kidul dengan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat usai Salat Subuh di Masjid At-Taqwa BTN Keban Agung, Dusun IV, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Minggu (13/9/2026).

    Kegiatan yang dimulai sejak pukul 04.30 WIB tersebut menjadi sarana silaturahmi sekaligus komunikasi langsung antara kepolisian dan jemaah masjid. Personel Polsek Lawang Kidul mengajak masyarakat berperan aktif mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran dan berdampak lebih luas terhadap lingkungan.

    Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K. mengatakan, pendekatan kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan menjadi salah satu cara untuk memperkuat kesadaran bersama dalam pencegahan Karhutla. Data pejabat jajaran Polda Sumsel mencantumkan Hendri Syaputra sebagai Kapolres Muara Enim.

    “Pencegahan Karhutla harus dilakukan bersama-sama. Melalui Subuh Keliling, personel tidak hanya bersilaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga menyampaikan secara langsung pentingnya menjaga lingkungan dan tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar,” ujar Hendri.

    Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting karena warga merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan di sekitarnya. Karena itu, ia mengajak masyarakat segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan maupun potensi kebakaran.

    “Kami mengharapkan masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan. Apabila melihat adanya pembakaran lahan atau potensi Karhutla, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas, Polsek terdekat atau melalui Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

    Selain pencegahan Karhutla, personel juga menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas, antara lain menghidupkan semangat warga jaga warga, meningkatkan kegiatan siskamling, serta mewaspadai tindak pidana 3C khususnya pencurian kendaraan bermotor. Warga diimbau menggunakan kunci tambahan dan menempatkan kendaraan di lokasi yang aman.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa edukasi pencegahan Karhutla akan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

    “Upaya pencegahan Karhutla tidak hanya dilakukan melalui patroli di wilayah rawan, tetapi juga melalui edukasi yang terus diperkuat. Subuh Keliling menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan tersebut sekaligus mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat,” ujarnya.

    Melalui kegiatan Subuh Keliling, Polda Sumsel berharap kesadaran masyarakat untuk mencegah Karhutla semakin meningkat, sekaligus memperkuat kemitraan antara Polri dan warga dalam menjaga lingkungan serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

  • 17.800 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Persija Vs Persib di GBK Besok

    17.800 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Persija Vs Persib di GBK Besok


    Jakarta – Sebanyak 17.800 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), besok (12/9). Pengamanan ini melibatkan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, serta unsur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
    Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono mengatakan personel gabungan tersebut disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama pertandingan berlangsung.

    “Dalam kegiatan pengamanan pertandingan antara Persija melawan Persib, jajaran Polda Metro bersama Kodam Jaya dan unsur dari Pemprov DKI melaksanakan kegiatan pengamanan dengan jumlah 17.800 personel,” kata Dekananto dalam Apel Siaga Jakarta bersama The Jakmania di kawasan GBK, Jumat (11/9/2026).

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Baca juga:
    Pramono Ingatkan Jakmania Tak Bawa Rivalitas Persija-Persib ke Media Sosial
    Selain pengamanan di sekitar lokasi pertandingan, polisi menyiapkan penyekatan di sejumlah wilayah perbatasan. Penyekatan dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi kedatangan suporter Persib ke Jakarta.

    “Kami juga bekerja sama dengan Polda Jabar dan Polda Banten untuk melakukan kegiatan penyekatan sebagai bentuk preventif atau antisipasi,” ujarnya.

    Dekananto menyebut ada tiga wilayah yang menjadi titik penyekatan, yakni Tangerang Kota, Karawang, dan Bogor. Ketiga wilayah tersebut berada di jalur perbatasan yang menjadi akses utama menuju Jakarta.

    “Untuk lokasi penyekatan ada di wilayah Tangerang Kota karena berbatasan dengan Banten. Kemudian ada di wilayah Karawang yang berbatasan dengan Bekasi, serta Bogor yang berbatasan dengan Depok. Di lokasi-lokasi itulah kami lakukan penyekatan,” jelasnya.

    Ia menambahkan pengamanan ini mengacu pada izin keramaian yang diterbitkan Mabes Polri atas rekomendasi Polda Metro Jaya. Dalam pertandingan ini, suporter Persib dilarang hadir langsung di SUGBK.

    “Sesuai dengan regulasi FIFA, dalam pertandingan ini suporter dari Persib dilarang untuk hadir di GBK,” tegasnya.

    Kebijakan serupa, lanjut dia, juga akan diterapkan saat Persija bertanding di Bandung. Suporter Persija bakal dilarang hadir apabila laga digelar di wilayah tersebut.

    “Demikian juga nanti kalau bertanding di Bandung, kami juga akan melarang teman-teman Jakmania untuk hadir ke Bandung,” ucapnya.

    Dekananto mengapresiasi komitmen The Jakmania untuk menjaga ketertiban. Ia berharap suporter dapat bersikap tertib sebelum, saat, maupun setelah pertandingan usai.

    “Kami yakin dengan komitmen yang sudah dibuat oleh teman-teman Jakmania, bahwa teman-teman Jakmania berjanji akan tertib dalam pelaksanaan pertandingan itu, baik sebelum pertandingan, pada saat pertandingan, maupun setelah pertandingan selesai,” tuturnya.